Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memperluas upaya membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), gerakan tersebut diwujudkan lewat kegiatan Gerakan Gemar yang digelar pada Minggu 25 Oktober 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan sehari-hari. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Barat, KORMI, jajaran kecamatan, pemerintah desa, forum RW, hingga komunitas masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispora Kabupaten Bandung Barat, Imam Santoso, mengatakan keterlibatan berbagai unsur diperlukan agar kampanye hidup sehat dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, pembudayaan olahraga tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan berskala besar. Diperlukan gerakan berkelanjutan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan dapat diikuti berbagai kelompok usia.
“Program kolaborasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan Dispora serta aparat-aparat kecamatan, kepala desa, forum RW juga melibatkan komunitas-komunitas dalam rangka membudayakan olahraga melalui kegiatan gerakan masyarakat dan negara,” ujar Imam.
Ia menambahkan, masyarakat dapat memulai pola hidup sehat dengan membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara rutin. Upaya tersebut sekaligus diintegrasikan dengan kegiatan Car Free Day yang telah berlangsung di Bandung Barat.
“Caranya dengan aktif bergerak agar kesehatan terjaga, kondisi badan menjadi bugar. Alhamdulillah karena kita berusaha untuk mengolaborasikan antara kegiatan GEMAR dengan kegiatan Car Free Day,” katanya.
Imam menyebutkan, kegiatan Car Free Day di Kabupaten Bandung Barat telah dilaksanakan sebanyak 13 kali. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan olahraga masyarakat yang juga memberikan manfaat bagi sektor lain.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Gemar dipadukan dengan kegiatan peduli lingkungan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh ruang untuk berolahraga, tetapi juga dapat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung perekonomian lokal.
“Di Bandung Barat sebetulnya sudah 13 kali kegiatan Car Free Day. Maka kita rangkaikan saja kegiatan gerakan masyarakat itu dengan kegiatan kepedulian lingkungan, sehingga di situ menjaga lingkungan sekaligus kita mengaktifkan UMKM,” ungkap Imam.
Dispora Bandung Barat juga berencana melanjutkan penyelenggaraan kegiatan olahraga masyarakat secara berkala. Pemerintah daerah menargetkan setidaknya satu kegiatan besar dalam setahun, dengan pelaksanaan menyesuaikan kesiapan anggaran.
Sementara itu, Kepala Bidang KORMI Kabupaten Bandung Barat, Yunita Nurfadilah, yang hadir mewakili Ketua Umum KORMI KBB Syahnaz Sadiqah, mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Gemar yang melibatkan pemerintah dan komunitas masyarakat.
Menurut Yunita, kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik dan olahraga dalam menunjang kesehatan.
“Kami dari KORMI sangat mengapresiasi acara GEMAR ini. Jadi, ini juga merupakan kerja sama dari Kemenpora RI, Dispora, KORMI, dan juga masyarakat yang ada di kewilayahan. Tentunya diharapkan masyarakat semakin gemar berolahraga dan membudayakan gerakan GEMAR,” kata Yunita.
Ia menegaskan, KORMI mendukung keberlanjutan program tersebut agar kebiasaan berolahraga dapat tumbuh sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, bukan sekadar dilakukan ketika ada acara tertentu.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan menyasar sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bandung Barat. Perluasan lokasi diharapkan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak warga untuk berpartisipasi sekaligus memperkuat budaya hidup aktif dan sehat di berbagai wilayah.
“Hari ini kita mulai dari sini, nanti pasti akan ada kegiatan di kecamatan-kecamatan lain juga,” jelasnya.
Sumber: rri.co.id